Powered By Blogger

Jumat, 09 Desember 2011

10 Kesalahan Sains Yang Didapat Di Sekolah

Ada beberapa kesalahpahaman dalam implementasi ilmu pengetahuan di publik yang perlu untuk dikoreksi kebenarannya. Berikut ada kira-kira 10 miskonsepsi tentang sains yang beredar di masyarakat

Spoiler for 1:

Spoiler for pic:


Water IS blue, not just because of the sky
(Air bewarna biru tidak dikarenakan hanya refleksi dari langit)

Banyak yang percaya bahwa danau dan laut berwarna biru “Hanya” karena mereka merefleksikan langit biru. Sebenarnya air tampak biru karena mereka benar-benar biru. Molekul air menyerap cahaya, dan mereka menyerap frekuensi warna merah lebih banyak dibandingkan frekuensi biru, sehingga frekuensi biru tampak dipermukaan. Efek nya kecil, jadi warna biru menjadi terlihat lebih jelas saat mengamati lapisan air yang cukup padat atau dalam. Di air asin atau mata air mineral, warna dari peluruhan mineral dapat terlihat.

Perefleksian warna langit juga memberikan peran untuk warna biru lautan, tetapi hanya saat permukaan air yang sangat tenang dan hanya saat air diamati dengan kesudutan yang kecil sekitar 10 derajat.


Spoiler for 2:

Spoiler for pic:


Electricity does NOT travel at the speed of light
(Electrik/listrik tidak bergerak pada kecepatan cahaya)

Banyak buku pelajaran mengklaim bahwa electricity (elektron) berjalan melalui arus kabel pada kecepatan cahaya. Faktanya adalah, energi dari elektriklah yang mengalir secara cepat (yang tetap lebih lambat dari kecepatan cahaya). Elektron, yang mempunyai massa, dapat bergerak pada kecepatan cahaya dengan menggunakan teori relativitas. Kecepatan dari muatan listrik dalam arus elektrik sangat lambat, sekitar beberapa centimeter per jam. Di tempat dimana arus elektrik dapat terlihat, seperti di dalam electrophoresis, pergerakan lambat dari pembawa muatan dapat dilihat langsung.


Spoiler for 3:

Spoiler for pic:


Seasons are NOT the same length
(Musim dianggap mempunyai periode waktu yang sama)

Dikarenakan bumi bergerak cepat di orbitnya saat mendekati matahari, musim panas di bagian selatan bumi/musim dingin di bagian utara bumi adalah musim terpendek waktunya, dengan musim panas di utara atau musim dingin di selatan terlama. Tetapi, perbedaannya hanya terasa beberapa hari saja, sementara di Mars dengan orbitnya yang eksentric, perbedaannya terasa besar.


Spoiler for 4:

Spoiler for pic:


You WON’T get a cold just from low temperature
(Kau tidak akan mendapatkan Flu hanya karena udara dingin)

Telah menjadi miskonsepsi yang meluas di publik bahwa flu biasa dapat disebabkan oleh cuaca dingin. Realitasnya, flu biasa disebabkan oleh virus dan tidak ada hubungannya dengan temperatur yang rendah/dingin.


Spoiler for 5:

Spoiler for pic:


Saturn is NOT the only planet with rings
(Saturnus bukan satu-satunya planet yang mempunyai cincin)

Jupiter, Uranus, dan Neptunus juga mempunyai cincin di sekitarnya, meski cincin yang berada di Saturnus adalah yang paling jelas dan mudah dilihat.


Spoiler for 6:

Spoiler for pic:


Meteors are NOT hot when they land on Earth
(Meteor tidak panas ketika mendarat di bumi)

Saat meteor mendarat di bumi, biasanya meteor tersebut tidak panas seperti kebanyakan meteor di film-film Hollywood. Biasanya hanya hangat. Kecepatan meteor cukup untuk melumerkan permukaan terluarnya, tetapi material yang lumer dengan cepat terpisah, dan interior dari meteor tidak mempunyai waktu untuk memanas karena batu merupakan konduktor panas yang buruk.


Spoiler for 7:

Spoiler for pic:


Clouds do NOT form because of the air’s temperature
(Awan tidak terbentuk karena pengaruh temperatur udara)

Merupakan pengetahuan yang salah bahwa awan terbentuk karena udara dingin “menampung” lebih sedikit uap air dari udara hangat. Udara tidak mempunyai kapasitas untuk menampung uap air. Hanya temperatur dari air sendiri (dan sekitarnya) yang menyebabkan kelembapan, proses kondensasi, dan kemudian pembentukan awan.


Spoiler for 8:

Spoiler for pic:


People DID know earth was not flat before Columbus
(Orang-orang sudah tahu bumi itu tidak datar sebelum Columbus)

Beberapa percaya bahwa Christopher Columbus mempunyai kesusahan dalam menerima dukungan karena orang-orang eropa percaya bahwa bumi itu datar. Faktanya, para pelaut dan navigator pada saat itu tahu bahwa bumi itu bulat, tetapi (pengetahuan benar) tidak setuju dengan estimasi dari Columbus mengenai jarak ke India. Jika Amerika tidak ada, dan Columbus meneruskan perjalannya ke India yang sebenarnya, dia tidak akan dapat bertahan lama untuk mencapainya.


Spoiler for 9:

Spoiler for pic:


The Great Wall of China is NOT particularly visible from space
(Tembok Besar China tidak terlihat dari ruang angkasa)

Pada saat di orbit yang rendah, Tembok Besar China dapat dilihat dari luar angkasa tetapi tidak seunik dari yang digembor-gemborkan. Dari orbit bumi yang rendah, banyak objek artifisial dapat terlihat di bumi, tidak hanya Tembok Besar China. Jalan raya, kapal di lautan, bendungan, rel kereta api, kota, persawahan, dan beberapa gedung.

Seperti yang telah diklaim bahwa Tembok Besar China adalah objek buatan manusia yang terlihat di Bulan, Astronot Apollo telah melaporkan bahwa mereka tidak melihat objek buatan manusia apapun dari bulan.


Spoiler for 10:

Spoiler for pic:


There is NO “dark side” of the Moon
(Tidak ada sisi gelap (yang selalu gelap) dari bulan)

Bulan dalam orbit sinkronis (synchronous orbit), ini berarti, bulan menmbutuhkan waktu yang tepat sama untuk berotasi satu kali terhadap sumbunya dengan rotasi terhadap bumi. Jadi bulan mempunyai sisi jauh/belakang/gelap/luar, karena selalu memberikan bagian permukaan yang sama ke bumi ketika berotasi. Saat bulan diperkirakan berada di antara Matahari dan Bumi, itu dalah waktu “siang” di bagian sisi jauh/luar/belakang bulan dan waktu malam untuk sisi bagian yang menghadap ke bumi. Saat Bumi di antara matahari dan Bulan, bagian yang jauh mengalami waktu “malam” dan “waktu siang” untuk bagian yang menghadap bumi.

9 Tempat Paling Ekstrim di Tata Surya

Awan badai berkecepatan hingga 600 km/jam telah terjadi di Planet Jupiter selama hampir 345 tahun sejak pertama kali berhasil diamati pada tahun 1665.
2. Europa, bulan planet Jupiter

Europa, adalah salah satu bulan planet Jupiter memiliki palung samudera terdalam di tata surya. Kedalamannya diperkirakan mencapai 100 km atau 10 kali lipat palung Mariana, titik terdalam di Bumi.
3. Io, bulan planet Jupiter

Io, salah satu bulan planet Jupiter, adalah tempat dengan tingkat vulkanisme tertinggi di tata surya. Seluruh permukannya dipenuhi oleh gunung berapi aktif.
4. planet Saturnus

Sambaran petir/ kilat di planet Saturnus berkekuatan hingga 1000 kali lipat petir yang terjadi di bumi.
5. Hyperion, bulan planet Saturnus

Hyperion, salah satu bulan yang dimiliki planet Saturnus berotasi secara tidak beraturan, hal ini mengakibatkan waktu siang dan malam di bulan tersebut tidak pernah sama tiap harinya.
6. Planet Uranus dan Neptunus

Para peneliti mengeluarkan teori bahwa reaksi kimia yang terjadi di atmosfer Planet Uranus (kiri) dan Neptunus (kanan) akan menghasilkan hujan berlian di seluruh permukaan planet.
7. Planet Venus

Dengan suhu permukaan yang mencapai 460 derajat celcius menjadikan Planet Venus sebagai tempat paling panas di tata surya
8. Gunung Olympus , Planet Mars

Gunung Olympus di Planet Mars adalah gunung api tertinggi di tata surya. Ketinggiannya mencapai 27 ribu meter atau 3 kali lipat tinggi Gunung Everest.
9. Planet Mars

Planet Mars memiliki ngarai terbesar di tata surya, kedalamannya diperkirakan hingga 6 kali lipat kedalaman ngarai di Grand Canyon atau sekitar 10 ribu meter.

Akibat Polusi, Sungai Ini Berwarna Orange

Beberapa mil dari sungai di Wales berubah warna oranye cerah selama akhir pekan mengkhawatirkan nelayan lokal dan kepala lingkungan.



Penyebab di balik pewarnaan Neath Sungai, antara kota Abergarwed dan Neath, yang telah menghasilkan puluhan ikan yang dibunuh, sedang diselidiki oleh para pejabat Badan Lingkungan Hidup.

Mereka tidak disebutkan sumber, tapi tidak berpikir tan palsu bintang rugby Welsh Gavin Henson yang harus disalahkan.

Satu lokal percaya itu sebenarnya hasil dari bijih besi bocor dari sebuah tambang tua.



Riverside penduduk Cliff Davies, dari dekatnya Abergarwed, dekat Neath, berkata: "Ada polusi parah, oranye terang. Bijih besi ternyata air ini semacam warna oranye seperti karat.

"Tapi itu tampak seperti seseorang telah tanker berujung jus jeruk ke dalam sungai."

Lokal nelayan Jefford Lee, 29, menambahkan: "Ini adalah air bagus dan jelas dan kemudian menjadi cokelat.

"Aku bisa melihat ikan megap-megap. Hal itu begitu tiba-tiba.

"Saya telah melihat sekitar 40 sampai 50 ikan mati, namun mungkin ada lebih banyak ikan kecil yang telah mati.

"Saya tidak tahu bagaimana mereka akan membersihkannya."

Lingkungan petugas melaporkan hari ini bahwa bentangan utama dari Neath sungai berjalan jelas, tetapi beberapa perubahan warna sedikit tetap hilir menuju Aberdulais.

Polusi, yang pertama kali muncul pada hari Jumat, diharapkan untuk mengambil beberapa hari untuk membersihkan.

Pada awalnya, ada kekhawatiran tentang air menjadi terlalu asam dan kapur-dosis dianggap menetralisir ini. Namun, aliran cepat dari Sungai Neath cepat diencerkan keasaman.

Gavin Bown, juru bicara Badan Lingkungan Wales, berkata: "Kami terus investigasi kami ke sumber polusi yang berlangsung pada hari Jumat. Tampak bahwa tidak ada pencemaran lebih lanjut telah memasuki sungai, dan kami belum melihat bukti lebih lanjut dari ikan dalam kesusahan.

"Dari pengetahuan kita tentang insiden semacam ini sebelumnya, dan sampel kami telah kumpulkan, kami memiliki ide yang baik dari apa yang mungkin menyebabkan polusi, tetapi akan terus menyelidiki untuk menemukan sumber."

Foto Jenis-jenis Awan yang Menakjubkan

Horseshoe vortex


Kelvin-Helmholtz


Mammatus at the base of a storm cloud

Foto ini diambil di wilayah sekitar sports stadium di Hasting, Nebraska pd thn 2004.
Virga


Wave clouds

Gambar awan di atas pantai Amsterdam tsb di ambil pd tgl 19 Dec 2005 oleh Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) device on board NASA's Terra research satellite.

Cap cloud


Altocumulus lenticularis

Foto ini di ambil oleh gavin pretor di Gunung Rainier, washington US.

Pink Ufos

Foto ini di ambil oleh Richard Gamblyn di pegunungan sebelah selatan negara Spanyol

Roll cloud


Fallstreak holes

(AMAZING) Keindahan Bumi Dari Luar angkasa

















Waktu SD, Ingatkah Dengan Gambar Ini

Anak-anak, sekarang pelajaran menggambar…  Ayo sediakan kertas dan alat tulis kalian… Hari ini kita akan menggambar pemandangan… Pertama-tama tarik garis lurus horisontal di atas kertas gambar kalian. Lalu di atasnya kita buat dua buah gunung… Di tengah gunung kita gambar matahari yang memancarkan sinarnya. Jangan lupa mataharinya diberi mata, mulut, dan rambut yach… Setelah itu kita akan menggambar awan dan burung-burung.
Jika sudah selesai, buatlah jalan yang mengarah ke bawah. Di sisi kiri jalan tersebut kita akan menggambar sawah dan di sisi kanannya kita akan menggambar rumah dan pohon. Nah, sudah jadi gambarnya… Ini hasilnya:

Sebagai anak bangsa, tentulah kita pernah menggambar persis sama dengan gambar yang ada di atas itu, bukan? Ngomong-ngomong ada yang tau ga siapa yang pertama kali mengajarkankita untuk menggambar pemandangan seperti ini? Perlukah kita mempatenkan gambar tersebut sebagai ciri khas gambar anak bangsa???

Alasan Matahari Terlihat Kemerahan Saat Terbit dan Terbenam



Anda tentu bisa melihat bahwa warna matahari saat terbit dan tenggelam adalah sama, yaitu berwarna kemerahan, dan bentuk matahari menjadi lebih besar dari biasanya. Mengapa kok bisa begitu?. Berikut ini mungkin adalah analisa yang bisa menjelaskan itu semua.

Saat matahari terbit dan terbenam maka langit sebagian akan berwarna berwarna merah, langit berwarna biru, dan cahaya langit terpolarisasi (paling tidak sebagian). Fenomena ini dapat dijelaskan atas dasar penghamburan cahaya oleh molekul atmosfer. Penghamburan cahaya oleh atmosfer bumi bergantung kepada panjang gelombang. Untuk partikel-partikel yang jauh lebih kecil dari panjang gelombang cahaya (seperti molekul udara), partikel-pertikel tersebut tidak merupakan rintangan yang besar bagi panjang gelombang yang panjang dibandingkan bagi yang pendek. Penghamburan berkurang, cahaya merah dan jingga dihamburkan lebih sedikit dari biru dan ungu, yang merupakan penyebab langit berwarna biru. Pada saat matahari terbenam, dipihak lain, berkas cahaya matahari melewati panjang atmosfer maksimum. Banyak dari warna biru yang telah dikeluarkan dengan penghamburan. Cahaya yang mencapai permukaan bumi berarti kekurangan biru, yang merupakan alasan matahari terbenam berwarna kemerahan.

Langit hanya berwarna biru di siang hari. Ada beberapa sebab mengapa langit saat itu berwarna biru. Bumi diselubungi lapisan udara yang disebut atmosfer. Walaupun tidak tampak, udara sebenarnya terdiri atas partikel-partikel kecil. Cahaya dari matahari dihamburkan oleh partikel-partikel kecil dalam atmosfer itu. Tetapi kita tahu, cahaya dari matahari terdiri dari paduan semua warna, dari merah, kuning, hijau, biru, hingga ungu. Warna-warna itu memiliki frekuensi yang berbeda. Merah memiliki frekuensi yang lebih kecil dari kuning, kuning lebih kecil dari hijau, hijau lebih kecil dari biru, biru lebih kecil dari ungu. Semakin besar frekuensi cahaya, semakin kuat cahaya itu dihamburkan. Warna langit adalah sebagian cahaya matahari yang dihamburkan. Karena yang paling banyak dihamburkan adalah warna berfrekuensi tinggi (hijau, biru, dan ungu), maka langit memiliki campuran warna-warna itu, yang kalau dipadukan menjadi biru terang. Karena warna biru banyak dihamburkan, maka warna matahari tidak putih sempurna, seperti yang seharusnya terjadi jika semua warna dipadukan. Warna matahari menjadi sedikit agak jingga. Pada sore hari, sering matahari berubah warna menjadi merah. Pada saat itu, sinar matahari yang sudah miring menempuh jarak lebih jauh untuk mencapai mata kita, sehingga semakin banyak cahaya yang dihamburkan. Sehingga yang banyak tersisa adalah cahaya frekuensi rendah, yaitu merah.

Di bulan dan di planet yang tidak memiliki atmosfir, cahaya matahari tidak dihamburkan, sehingga langit selalu berwarna hitam, walaupun di siang hari. Efek Tyndall juga dapat menerangkan mengapa langit pada siang hari berwarna biru, sedangkan ketika matahari terbenam di ufuk barat berwarna jingga atau merah. Hal tersebut dikarenakan penghamburan cahaya matahari oleh partikel-partikel koloid di angkasa, dan tidak semua frekuensi sinar matahari dihamburkan dengan intensitas yang sama. Oleh karena intensitas cahaya berbanding lurus dengan frekuensi, maka ketika matahari melintas di atas kita, frekuensi paling tinggilah yang banyak sampai ke mata kita, sehingga kita melihat langit biru.

Ketika matahari hampir terbenam, hamburan cahaya yang frekuensinya yang rendahlah yang lebih banyak sampai ke kita, sehingga kita menyaksikan langit berwarna jingga atau merah. Kita ingat untaian cahaya tampak dalam spektrum cahaya, merah-jingga-kuning-hijau-biru-ungu. Dari urutan merah sampai ungu, frekuensinya semakin tinggi. Jadi warna-warna yang mendekati merah memiliki frekuensi cahaya tinggi, dan warna-warna yang mendekati ungu memiliki frekuensi cahaya rendah.