Powered By Blogger

Jumat, 09 Desember 2011

Mencoba Mencari Rumus Tuhan




Membahas Tuhan dalam sains sudah merupakan pembahasan dan perdebatan panjang yang hingga kini tidak pernah ada titik temunya. Pihak yang berseteru adalah ilmuwan dan para ahli agama (teologi). Belakangan seorang pakar fisikawan Stephen Hawking mengeluarkan buku berjudul "Grand Design". Buku tersebut spontan memancing keributan terutama di sisi para ahli agama. Hal ini disebabkan karena penjelasan dari buku tersebut yang menjelaskan bahwa alam semesta ini tercipta hampir tanpa membutuhkan keterlibatan Tuhan. Sains membuktikan hal yang demikian sementara para ahli agama dan teologi tetap pada keyakinannya bahwa semesta dan kehidupan ini jelas ciptaan Tuhan, akan tetapi mereka tidak bisa membuktikan secara bukti-bukti seperti yang dibutuhkan oleh para ilmuwan. Sampai kapan ini akan tetap berada pada jurang yang berseberangan? Mungkinkah perseteruan ini terjawab pada satu titik temu yang memuaskan kedua belah pihak?

Saya tidak akan mengajak pembaca ikut-ikutan untuk mengambil posisi pihak kiri atau kanan. Yang akan saya coba paparkan dalam tulisan disini lebih kepada cerita-cerita dan fakta yang menjelaskan perjalanan manusia dalam proses pencaharian maha pertanyaannya. Saya janji bahwa ini bukan tulisan tentang agama dan bukan artikel sains.

Sains = Fakta = Bukti
Dalam sains, fakta merupakan hal penting . Dalam perjalanannya mencari fakta dan bukti tentu melalui proses panjang lewat berbagai hipotesa, teori, eksperimen, dan rumus-rumus. Ketika sebuah fenomena alam berhasil di rumuskan maka sejak itulah sains menjadikan rumus sebagai sebuah kebenaran nyata. Untuk yang belum berhasil dirumuskan, maka fenomena tersebut masih dalam proses pencaharian, sampai kapan? Mungkin sampai kiamat

Budaya fakta, data, dan bukti ini merupakan warisan dari bangsa barat, yaitu Yunani. Dimana budaya mereka sangat kental dengan budaya filsafat dan teori. Mereka punya banyak ahli pikir (pemikir) yang sejak dahulu terlahir sebagai para ahli teori-teori yang terjadi di kehidupan manusia. Teori-teori itu dilontarkan untuk diuji hingga sekian puluh tahun baru bisa dibuktikan lewat rumus-rumus. Satu teori yang sahih saat itu jelas bisa terbantahkan oleh teori baru yang akan muncul sekian lama sejak teori awal dicetuskan. Ini hal yang lumrah dalam sains. Satu teori membantah teori lainnya demi melengkapi "soal" yang lebih besar, yaitu pertanyaan-pertanyaan fenomena alam.

Butuh Bukti
Piramid di Mesir, sebuah artefak kuno yang masih bisa dilihat saat ini saja, belum berhasil dijawab oleh para arkeolog dan sains bagaimana cara membuatnya. Teori dan hipotesa tentu banyak mencoba menjelaskan itu akan tetapi tetap masih menjadi sebuah teori atau dugaan karena manusia butuh fakta yang lebih otentik yang bisa menjelaskan cara membuat Piramid. Dari teori-teori yang mencoba menjelaskan proses pembuatan Piramid, banyak yang melihatnya dari kacamata manusia saat ini, yaitu dengan ukuran badan saat ini dan alat kerja saat ini. Bahwa untuk memindahkan batu-batu besar itu akan selalu membutuhkan alat pemindah. Yang paling masuk akal adalah berbentuk roda agar baru mudah ditarik. Lalu musti ditarik oleh apa? Oleh manusia.. berapa banyak manusia? Dan seterusnya.

Mari kita mencoba berandai-andai, bayangkan jika ternyata Piramid itu dibuat oleh manusia yang besarnya setinggi Piramid? Tentu teori menggelindingkan bongkahan batu besar tadi dengan konsep roda menjadi tidak valid. Sayangnya andai-andai tadi menjadi tidak valid karena sangat tidak bisa diterima oleh sains. Kecuali para arkeolog menemukan fosil atau tulang belulang manusia zaman Piramid yang tingginya sebesar Piramid. Maka sejak itu musnahlah teori memindahkan bongkahan batu dengan roda.Dalam prosesnya manusia sering membatasi cara pandang dalam mencari sebuah jawaban dari kehidupan. Ini semua akibat cara pandang barat tadi. Sementara bagi orang Timur, bukti dan fakta seringkali bukan menjadi hal penting dalam menjawab fenomena alam dan kehidupan. Kita ambil contoh kebiasaan bangsa China dalam menjelaskan Feng Shui. Feng Shui sudah ada dan dipakai dalam kehidupan bangsa China sudah lama sekali. Ilmunya terjaga secara turun temurun tanpa banyak pertanyaan-pertanyaan dari generasi-generasi baru bangsa China. Yang mereka lakukan hanyalah menerapkan ajaran FengShui tadi buat kehidupan mereka tanpa butuh rasional dari konsep FengShui, jika tidak maka berakibat kehidupan mereka akan susah.

Contoh lain adalah yang terjadi di kultur Indonesia, santet atau ilmu susuk misalnya. Santet dan ilmu susuk sudah ada di Indonesia sejak lama dan masih terjadi hingga saat ini. Keberadaan santet dan ilmu susuk pun gagal dibuktikan secara sains. Beberapa teori dicoba untuk menjelaskan kedua fenomena ajaib ini namun tetap belum bisa menjawab secara sahih rumus dari santet dan ilmu susuk.

Secara sains adalah hal yang tidak mungkin memasukan benda logam (emas misalnya) ke dalam tubuh manusia tanpa melakukan pembedahan. Namun bagi santet dan ilmu susuk hal tersebut terjadi. Yang lebih hebatnya, untuk susuk perpindahan benda logam ke dalam tubuh dilakukan secara jarak dekat sementara untuk santet bisa dilakukan dalam jarak jauh. Apakah para pengguna santet dan susuk tadi butuh rasional sains untuk meyakinkan bahwa santet atau susuk mereka berhasil? Tidak!

Sebab - Akibat
Dari kedua contoh tadi, jelas sudah bisa membuktikan bahwa ada perbedaan yang besar antara cara memandang ilmu dari dunia Barat dan Timur. Bangsa Barat nampaknya membutuhkan alasan atau SEBAB dari sebuah fenomena, sementara bangsa Timur lebih membutuhkan AKIBAT untuk meyakini hadirnya sebuah fenomena. Bagi orang Timur apapun sebabnya, bagaimanapun caranya, mereka lebih butuh AKIBAT atau HASIL. Jika hasilnya ada, maka ia yakini itu sebagai kebenaran.

Kembali ke topik tulisan ini, bagaimana kita musti menyikapi kontroversi sains dengan Tuhan? Bagi saya, sebagai orang Timur saya lebih percaya kepada AKIBAT tadi. Alam semesta (universe) dan kehidupannya ini ada dan bekerja sekian milyar tahun. Berjalan dalam bentuk pola yang beraturan dan acak sehingga menjadi kombinasi dan konfigurasi yang maha teratur. Semua ini adalah NYATA dan hadir sebagai sebuah AKIBAT dari yang maha awal. Sampai situ, saya sudah berada dalam sebuah keyakinan adanya Sang Maha Awal. Pertanyaan SEBAB dari sang maha awal ini, saya yakin akan terjawab, kapan? Kita tunggu saja.. Toh kita sadar bahwa otak dan kepandaian manusia itu sangat terbatas dan kecil sekali jika dibanding besaran dan luasnya universe ini. Terlalu kecil, terlalu sempit, dan terlalu sedikit untuk mencari jawaban yang MAHA BESAR dan MAHA LUAS ini hanya dalam waktu dekat.

Bagi saya, saya tidak mau menghabiskan waktu hidup hanya berkutat untuk mencari jawaban atas pertanyaan dari asal-mula atau SEBAB dari adanya kehidupan. Saya lebih memilih untuk menjalani, menikmati, dan mensyukuri kehidupan atas AKIBAT dari seluruh fenomena alam yang super terstruktur ini. Bumi, hanyalah bagian kecil dari alam semesta ini, usiapun sudah milyar tahun, sementara siapa pun manusia yang paling hebat di muka bumi ini, mungkin usianya hanya 100 tahun, OK lah 200 tahun. Tetap tidak berarti banyak jika dibandingkan dengan besaran bumi, apalagi alam semesta ini.

Oh iya, sesuai janji saya.. saya tidak melibatkan iman, agama, dan Tuhan dalam tulisan ini. Saya tidak mau terjebak sebagai topik agama. Begitu pun saya tidak mau membahas tulisan ini sebagai artikel sains.

10 Kesalahan Sains Yang Didapat Di Sekolah

Ada beberapa kesalahpahaman dalam implementasi ilmu pengetahuan di publik yang perlu untuk dikoreksi kebenarannya. Berikut ada kira-kira 10 miskonsepsi tentang sains yang beredar di masyarakat

Spoiler for 1:

Spoiler for pic:


Water IS blue, not just because of the sky
(Air bewarna biru tidak dikarenakan hanya refleksi dari langit)

Banyak yang percaya bahwa danau dan laut berwarna biru “Hanya” karena mereka merefleksikan langit biru. Sebenarnya air tampak biru karena mereka benar-benar biru. Molekul air menyerap cahaya, dan mereka menyerap frekuensi warna merah lebih banyak dibandingkan frekuensi biru, sehingga frekuensi biru tampak dipermukaan. Efek nya kecil, jadi warna biru menjadi terlihat lebih jelas saat mengamati lapisan air yang cukup padat atau dalam. Di air asin atau mata air mineral, warna dari peluruhan mineral dapat terlihat.

Perefleksian warna langit juga memberikan peran untuk warna biru lautan, tetapi hanya saat permukaan air yang sangat tenang dan hanya saat air diamati dengan kesudutan yang kecil sekitar 10 derajat.


Spoiler for 2:

Spoiler for pic:


Electricity does NOT travel at the speed of light
(Electrik/listrik tidak bergerak pada kecepatan cahaya)

Banyak buku pelajaran mengklaim bahwa electricity (elektron) berjalan melalui arus kabel pada kecepatan cahaya. Faktanya adalah, energi dari elektriklah yang mengalir secara cepat (yang tetap lebih lambat dari kecepatan cahaya). Elektron, yang mempunyai massa, dapat bergerak pada kecepatan cahaya dengan menggunakan teori relativitas. Kecepatan dari muatan listrik dalam arus elektrik sangat lambat, sekitar beberapa centimeter per jam. Di tempat dimana arus elektrik dapat terlihat, seperti di dalam electrophoresis, pergerakan lambat dari pembawa muatan dapat dilihat langsung.


Spoiler for 3:

Spoiler for pic:


Seasons are NOT the same length
(Musim dianggap mempunyai periode waktu yang sama)

Dikarenakan bumi bergerak cepat di orbitnya saat mendekati matahari, musim panas di bagian selatan bumi/musim dingin di bagian utara bumi adalah musim terpendek waktunya, dengan musim panas di utara atau musim dingin di selatan terlama. Tetapi, perbedaannya hanya terasa beberapa hari saja, sementara di Mars dengan orbitnya yang eksentric, perbedaannya terasa besar.


Spoiler for 4:

Spoiler for pic:


You WON’T get a cold just from low temperature
(Kau tidak akan mendapatkan Flu hanya karena udara dingin)

Telah menjadi miskonsepsi yang meluas di publik bahwa flu biasa dapat disebabkan oleh cuaca dingin. Realitasnya, flu biasa disebabkan oleh virus dan tidak ada hubungannya dengan temperatur yang rendah/dingin.


Spoiler for 5:

Spoiler for pic:


Saturn is NOT the only planet with rings
(Saturnus bukan satu-satunya planet yang mempunyai cincin)

Jupiter, Uranus, dan Neptunus juga mempunyai cincin di sekitarnya, meski cincin yang berada di Saturnus adalah yang paling jelas dan mudah dilihat.


Spoiler for 6:

Spoiler for pic:


Meteors are NOT hot when they land on Earth
(Meteor tidak panas ketika mendarat di bumi)

Saat meteor mendarat di bumi, biasanya meteor tersebut tidak panas seperti kebanyakan meteor di film-film Hollywood. Biasanya hanya hangat. Kecepatan meteor cukup untuk melumerkan permukaan terluarnya, tetapi material yang lumer dengan cepat terpisah, dan interior dari meteor tidak mempunyai waktu untuk memanas karena batu merupakan konduktor panas yang buruk.


Spoiler for 7:

Spoiler for pic:


Clouds do NOT form because of the air’s temperature
(Awan tidak terbentuk karena pengaruh temperatur udara)

Merupakan pengetahuan yang salah bahwa awan terbentuk karena udara dingin “menampung” lebih sedikit uap air dari udara hangat. Udara tidak mempunyai kapasitas untuk menampung uap air. Hanya temperatur dari air sendiri (dan sekitarnya) yang menyebabkan kelembapan, proses kondensasi, dan kemudian pembentukan awan.


Spoiler for 8:

Spoiler for pic:


People DID know earth was not flat before Columbus
(Orang-orang sudah tahu bumi itu tidak datar sebelum Columbus)

Beberapa percaya bahwa Christopher Columbus mempunyai kesusahan dalam menerima dukungan karena orang-orang eropa percaya bahwa bumi itu datar. Faktanya, para pelaut dan navigator pada saat itu tahu bahwa bumi itu bulat, tetapi (pengetahuan benar) tidak setuju dengan estimasi dari Columbus mengenai jarak ke India. Jika Amerika tidak ada, dan Columbus meneruskan perjalannya ke India yang sebenarnya, dia tidak akan dapat bertahan lama untuk mencapainya.


Spoiler for 9:

Spoiler for pic:


The Great Wall of China is NOT particularly visible from space
(Tembok Besar China tidak terlihat dari ruang angkasa)

Pada saat di orbit yang rendah, Tembok Besar China dapat dilihat dari luar angkasa tetapi tidak seunik dari yang digembor-gemborkan. Dari orbit bumi yang rendah, banyak objek artifisial dapat terlihat di bumi, tidak hanya Tembok Besar China. Jalan raya, kapal di lautan, bendungan, rel kereta api, kota, persawahan, dan beberapa gedung.

Seperti yang telah diklaim bahwa Tembok Besar China adalah objek buatan manusia yang terlihat di Bulan, Astronot Apollo telah melaporkan bahwa mereka tidak melihat objek buatan manusia apapun dari bulan.


Spoiler for 10:

Spoiler for pic:


There is NO “dark side” of the Moon
(Tidak ada sisi gelap (yang selalu gelap) dari bulan)

Bulan dalam orbit sinkronis (synchronous orbit), ini berarti, bulan menmbutuhkan waktu yang tepat sama untuk berotasi satu kali terhadap sumbunya dengan rotasi terhadap bumi. Jadi bulan mempunyai sisi jauh/belakang/gelap/luar, karena selalu memberikan bagian permukaan yang sama ke bumi ketika berotasi. Saat bulan diperkirakan berada di antara Matahari dan Bumi, itu dalah waktu “siang” di bagian sisi jauh/luar/belakang bulan dan waktu malam untuk sisi bagian yang menghadap ke bumi. Saat Bumi di antara matahari dan Bulan, bagian yang jauh mengalami waktu “malam” dan “waktu siang” untuk bagian yang menghadap bumi.

9 Tempat Paling Ekstrim di Tata Surya

Awan badai berkecepatan hingga 600 km/jam telah terjadi di Planet Jupiter selama hampir 345 tahun sejak pertama kali berhasil diamati pada tahun 1665.
2. Europa, bulan planet Jupiter

Europa, adalah salah satu bulan planet Jupiter memiliki palung samudera terdalam di tata surya. Kedalamannya diperkirakan mencapai 100 km atau 10 kali lipat palung Mariana, titik terdalam di Bumi.
3. Io, bulan planet Jupiter

Io, salah satu bulan planet Jupiter, adalah tempat dengan tingkat vulkanisme tertinggi di tata surya. Seluruh permukannya dipenuhi oleh gunung berapi aktif.
4. planet Saturnus

Sambaran petir/ kilat di planet Saturnus berkekuatan hingga 1000 kali lipat petir yang terjadi di bumi.
5. Hyperion, bulan planet Saturnus

Hyperion, salah satu bulan yang dimiliki planet Saturnus berotasi secara tidak beraturan, hal ini mengakibatkan waktu siang dan malam di bulan tersebut tidak pernah sama tiap harinya.
6. Planet Uranus dan Neptunus

Para peneliti mengeluarkan teori bahwa reaksi kimia yang terjadi di atmosfer Planet Uranus (kiri) dan Neptunus (kanan) akan menghasilkan hujan berlian di seluruh permukaan planet.
7. Planet Venus

Dengan suhu permukaan yang mencapai 460 derajat celcius menjadikan Planet Venus sebagai tempat paling panas di tata surya
8. Gunung Olympus , Planet Mars

Gunung Olympus di Planet Mars adalah gunung api tertinggi di tata surya. Ketinggiannya mencapai 27 ribu meter atau 3 kali lipat tinggi Gunung Everest.
9. Planet Mars

Planet Mars memiliki ngarai terbesar di tata surya, kedalamannya diperkirakan hingga 6 kali lipat kedalaman ngarai di Grand Canyon atau sekitar 10 ribu meter.

Akibat Polusi, Sungai Ini Berwarna Orange

Beberapa mil dari sungai di Wales berubah warna oranye cerah selama akhir pekan mengkhawatirkan nelayan lokal dan kepala lingkungan.



Penyebab di balik pewarnaan Neath Sungai, antara kota Abergarwed dan Neath, yang telah menghasilkan puluhan ikan yang dibunuh, sedang diselidiki oleh para pejabat Badan Lingkungan Hidup.

Mereka tidak disebutkan sumber, tapi tidak berpikir tan palsu bintang rugby Welsh Gavin Henson yang harus disalahkan.

Satu lokal percaya itu sebenarnya hasil dari bijih besi bocor dari sebuah tambang tua.



Riverside penduduk Cliff Davies, dari dekatnya Abergarwed, dekat Neath, berkata: "Ada polusi parah, oranye terang. Bijih besi ternyata air ini semacam warna oranye seperti karat.

"Tapi itu tampak seperti seseorang telah tanker berujung jus jeruk ke dalam sungai."

Lokal nelayan Jefford Lee, 29, menambahkan: "Ini adalah air bagus dan jelas dan kemudian menjadi cokelat.

"Aku bisa melihat ikan megap-megap. Hal itu begitu tiba-tiba.

"Saya telah melihat sekitar 40 sampai 50 ikan mati, namun mungkin ada lebih banyak ikan kecil yang telah mati.

"Saya tidak tahu bagaimana mereka akan membersihkannya."

Lingkungan petugas melaporkan hari ini bahwa bentangan utama dari Neath sungai berjalan jelas, tetapi beberapa perubahan warna sedikit tetap hilir menuju Aberdulais.

Polusi, yang pertama kali muncul pada hari Jumat, diharapkan untuk mengambil beberapa hari untuk membersihkan.

Pada awalnya, ada kekhawatiran tentang air menjadi terlalu asam dan kapur-dosis dianggap menetralisir ini. Namun, aliran cepat dari Sungai Neath cepat diencerkan keasaman.

Gavin Bown, juru bicara Badan Lingkungan Wales, berkata: "Kami terus investigasi kami ke sumber polusi yang berlangsung pada hari Jumat. Tampak bahwa tidak ada pencemaran lebih lanjut telah memasuki sungai, dan kami belum melihat bukti lebih lanjut dari ikan dalam kesusahan.

"Dari pengetahuan kita tentang insiden semacam ini sebelumnya, dan sampel kami telah kumpulkan, kami memiliki ide yang baik dari apa yang mungkin menyebabkan polusi, tetapi akan terus menyelidiki untuk menemukan sumber."

Foto Jenis-jenis Awan yang Menakjubkan

Horseshoe vortex


Kelvin-Helmholtz


Mammatus at the base of a storm cloud

Foto ini diambil di wilayah sekitar sports stadium di Hasting, Nebraska pd thn 2004.
Virga


Wave clouds

Gambar awan di atas pantai Amsterdam tsb di ambil pd tgl 19 Dec 2005 oleh Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) device on board NASA's Terra research satellite.

Cap cloud


Altocumulus lenticularis

Foto ini di ambil oleh gavin pretor di Gunung Rainier, washington US.

Pink Ufos

Foto ini di ambil oleh Richard Gamblyn di pegunungan sebelah selatan negara Spanyol

Roll cloud


Fallstreak holes

(AMAZING) Keindahan Bumi Dari Luar angkasa

















Waktu SD, Ingatkah Dengan Gambar Ini

Anak-anak, sekarang pelajaran menggambar…  Ayo sediakan kertas dan alat tulis kalian… Hari ini kita akan menggambar pemandangan… Pertama-tama tarik garis lurus horisontal di atas kertas gambar kalian. Lalu di atasnya kita buat dua buah gunung… Di tengah gunung kita gambar matahari yang memancarkan sinarnya. Jangan lupa mataharinya diberi mata, mulut, dan rambut yach… Setelah itu kita akan menggambar awan dan burung-burung.
Jika sudah selesai, buatlah jalan yang mengarah ke bawah. Di sisi kiri jalan tersebut kita akan menggambar sawah dan di sisi kanannya kita akan menggambar rumah dan pohon. Nah, sudah jadi gambarnya… Ini hasilnya:

Sebagai anak bangsa, tentulah kita pernah menggambar persis sama dengan gambar yang ada di atas itu, bukan? Ngomong-ngomong ada yang tau ga siapa yang pertama kali mengajarkankita untuk menggambar pemandangan seperti ini? Perlukah kita mempatenkan gambar tersebut sebagai ciri khas gambar anak bangsa???