Powered By Blogger

Jumat, 09 Desember 2011

Danau-danau dengan bentuk paling aneh di dunia

Danau Schulensmeer - belgia


Danau huruf A


Danau buatan Pisces


Danau bentuk orang


Danau tapal kuda


Danau cincin – Canada


Danau cinta di korea


Kalau yang ini di india


Gak yakin sebuah danau sih, tapi minimal ada airnya, jadi kita sebut danau HAMAD saja... hahaha

Selasa, 01 November 2011

Gunung Berapi Di Pulau

Buat agan2 yang pingin tahu tentang gunung berapi dipulau jawa,
ne ane share buat agan semua . . . .






Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

A.    Identitas 
Nama Sekolah             : SMP Negeri Malang
Mata pelajaran             : Geografi
Kelas/semester            : VIII /dua
Standar Kompetensi   : Memahami persebaran gunung berapi dipulau jawa
Kompetensi dasar       : Mendeskripsikan persebaran gunung berapi dipulau jawa    beserta karakteristiknya
Indikator                     :
Ø   Menjelaskan letak gunung berapi dipulau jawa
Ø   Mengidentifikasi gunung berapi dipulau jawa
Alokasi Waktu            : 2X 45 Menit
B.     Tujuan pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran selesai, siswa dapat :
1.   Menyebutkan gunung berapi yang ada dipulau jawa
2.   Menjelaskan karakteristik gunung berapi dipulau jawa
3.   Memahami pola persebaran gunung berapi dipulau jawa
4.   Menjelaskan identitas gunung berapi dipulau jawa
                       
C. Materi Pembelajaran
1.  Indonesia adalah Negara yang memiliki gunung berapi terbanyak didunia
2.  Setiap provinsi dipulau jawa memiliki gunung berapi dengan jumlah yang berbeda-beda
3.   Perbedaan jumlah gunung berapi diprovinsi yang ada dipulau jawa dipengaruhi pada proses geologi yang berbeda antara satu provinsi dengan provinsi yang lain, hal ini terkait pula dengan proses pengangkatan yang tidak sama disetiap tempat.
4.  Karakteristik gunung berapi dipulau jawa berbeda beda, termasuk identitas dasarnya seperti ketinggian, letak geografisnya, dll.



D. Metode
1.      Ceramah
2.      Game Explorer
   3.   Penugasan









E. Langkah-langkah Kegiatan

Kegiatan Pembelajaran
Alokasi
Waktu
Pendahuluan
10 Menit
1. Memeriksa kebersihan kelas dan mengabsen siswa
3   Menit
2. Apersepsi :  Menjelaskan kepada siswa tentang kondisi Indonesia yang memiliki banyak gunung berapi yang dalam hal ini kemudian dikhususkan di wilayah pulau jawa.


7   Menit
Kegiatan Inti
65 menit
1.      Guru menjelaskan tentang wilayah Indonesia yang memiliki banyak gunung berapi
2.      Siswa mendengarkan dan membaca materi tentang gunung berapi di indonesia

20 menit
3.      Guru membentuk 4 kelompok yang anggota kelompoknya heterogen
4.      Siswa mencari teman kelompok belajarnya
5.      Guru menugaskan kepada masing-masing kelompok untuk memilih ketua kelompok
6.      Siswa bermusyawarah untuk memilih ketua kelompok
7.      Guru menjelaskan kepada siswa mengenai aturan permainannya
8.      Siswa mendengarkan mengenai aturan permainannya
9.      Guru memanggil ketua kelompok untuk mengambil amplop pertama dan melaksanakan tugas yang tertera pada amplop
10.  Ketua kelompok maju ke depan mengambil amplop dan melaksanakan tugasnya
11.  Siswa mengambil isi amplop 1, menyerahkan jawaban ke guru dan mengambil ampop yang kedua
12.  Guru mengecek jawaban siswa dan menyerahkan amplop yang kedua
13.  Siswa melaksanakan perintah yang tertera di amplop yang kedua dan melakukan hal yang sama sampai pada amplop yang keempat
14.  Guru meminta kepada seluruh kelompok untuk melaksanakan tugas utama yang berada di dalam amplop yang pertama sampai amplop yang keempat
15.  Siswa melaksanakan tugas utama dan mempresentasikan di depan kelas



45 menit
Penutup
15 menit
16.  Guru menyuruh kepada siswa untuk menyimpulkan materi yang disampaikan
17.  Siswa menyimpulkan materi yang dipelajari berdasarkan pendapatnya sendiri
18.  Guru memberikan penguatan terhadap kesimpulan siswa
19.  Guru memberikan tugas rumah kepada masing-masing siswa untuk memdeskripsikan potensi bencana dan pariwisata dari gunung berapi



E. Sumber dan media Pembelajaran
1.      Berbagai buku panduan Geografi SMP kelas 2
2.      Sudarmi, Sri.2008.Galeri Pengetahuan Sosial Terpadu.DEPDIKNAS.Jakarta
3.      Buranda JP.2009 .Geologi Indonesia. Geografi:UM
4.      keadaan penduduk di sekitar rumah siswa
5.      Koran, Majalah, Artikel, Internet.

F. Penilaian


RUBRIK PENILAIAN EXPLORE GAME

No
Kriteria
Skor
Catatan
1.





2

.



Kognitif (pengetahuan)
Ø  Mutu jawaban soal pertama
Ø  Mutu jawaban soal kedua
Ø  Mutu jawaban soal ketiga
Ø  Mutu jawaban soal keempat
Ø  Mutu hasil Diskusi
Afektif (sikap)
-          Sikap siswa saat melakukan permainan.
-          Keaktifan siswa saat melakukan permainan
-          Kekompakan anggota kelompok










RUBRIK PENILAIAN PEKERJAAN RUMAH

No
Kriteria
Skor
Catatan
1.





2.



3.
Kognitif (pengetahuan)
-          Hasil laporan pengamatan siswa.
-          Kemampuan siswa dalam memberikan solusi untuk mengatasi masalah di lapangan

Afektif (sikap)
-          Sikap siswa saat presentasi..

Psikomotorik (keterampilan)
-          Mengukur kemahiran siswa dalam menyusun laporan.


Keterangan:
                              Untuk setiap kriteria, diberi skor dengan skala 1 – 5, dimana 5 adalah                           skor tertinggi dan 1 adalah skor terendah.
                              1 = Rendah
                              2 = Cukup
                              3 = Rata-rata
                              4 = Di atas rata-rata
                              5 = Istimewa




Mengetahui,                                                                   Malang, ................ ....200..
Kepala SMP Negeri Malang                                          Guru Mata Palajaran
                                     



NIP.                                                                                 NIP   


Komik Geo Pariwisata

mas bro n mbak sis yang lg blog ane,
kale ne ane dapat tgs bikin komik ne . . .
nah, karena ane suka keliling2 bhs kerennya traveling (alias mbolang he he)
ane ambil tema geo pariwisata, ini ne komiknya . . . .






Buku Ajar Geografi

 Beberapa minggu lalu ane dapat tugas suruh bikin buku ajar ne sm dosen matkul PMPG gue
Nah, ini gua share buat agan2 yang mungkin bakal dapat tgs yg sama, walaupun ga bagus2 amat semoga menginspirasi,  he he



MIMPI

 Gan, ini nih mimpi ku kuliah PMPG,
moga2 ente jg terinspirasim he he



1. Membuat media pembelajaran dari powerpoint dengan lebih maksimal
- Dapat membuat ringkasan 1 bab dalam 1 powerpoint dengan demikian pembelajaran akan menjadi lebih ringkas dan mudah
2. Membuat Video pembelajaran
- Video Materi-materi Geografi Fisik (Gunung meletus, patahan, tsunami, dll)
- Video dibuat dengan menggunakan Movie Maker atau Flash
3. Membuat Animasi
- Animasi Dibuat dengan Flash
- Diperuntukan bagi materi geo fisik dan social
4. Membuat Desain Cover dan Layout buku Ajar
- Dibuat dengan Corel dan Ms. Word
- Ukuran sedang (handbook)

Selasa, 18 Oktober 2011

Berapa Kapasitas Maksimal Penduduk Bumi?


Thomas Malthus, filsuf abad ke 18 menyebutkan, kekuatan populasi sangat jauh di atas kekuatan Bumi untuk memproduksi penghidupan bagi manusia sehingga kematian prematur dalam satu bentuk atau bentuk lain harus mendatangi umat manusia.

Dalam esainya, Malthus menuliskan masa depan yang suram dari manusia. Manusia punya dorongan yang tidak bisa diredam untuk bereproduksi, yang pada akhirnya akan membuat planet mengalami over populasi dan memakan seluruh sumber daya yang ada. Pada akhirnya, umat manusia akan mati karena kelaparan massal.


Yang jadi pertanyaan, berapakah sebenarnya kekuatan planet Bumi untuk memproduksi sumber daya dan berapa batas jumlah populasi planet ini? Lebih penting lagi, apakah visi Malthus terhadap masa depan umat manusia tersebut benar?

Dikutip dari Life's Little Mysteries, banyak ilmuwan yang memperkirakan bahwa Bumi mampu menampung manusia hingga 9 sampai 10 miliar jiwa. Salah satunya adalah Edward Wilson, sociobiologist dari Harvard University. Ia menyimpulkan itu berdasarkan kalkulasi terhadap sumber daya yang dimiliki Bumi.

Di samping terbatasnya ketersediaan air bersih, saat ini memang muncul kekhawatiran atas jumlah makanan yang bisa diproduksi Bumi. Dan ini sudah diprediksi oleh Malthus, lebih dari 200 tahun lalu.

Bahkan jika terjadi efisiensi maksimal sekalipun, di mana seluruh pangan yang ditanam diberikan khusus pada manusia (tidak lagi pada ternak, yang merupakan cara tidak efisien untuk mengonversi energi tumbuhan menjadi energi makanan), masih tetap ada batasan seputar seberapa jauh kuantitas yang tersedia mampu bertahan.

"Jika seluruh manusia sepakat untuk menjadi vegatarian, yang mengakibatkan tidak ada lagi makanan untuk ternak, lahan seluah 1,4 miliar hektar yang bisa ditanami di Bumi hanya akan mampu memberi makan sekitar 10 miliar orang," sebut Wilson.

Lahan seluas 1,4 miliar hektar itu akan mampu memproduksi sekitar 2 miliar ton gandum per tahun. "Ini cukup untuk memberi makan 10 miliar vegetarian. Namun hanya mampu memberi makan 2,5 miliar omnivora karena banyak tumbuhan yang diberikan pada ternak termasuk unggas," sebut Wilson.

Artinya, 10 miliar orang merupakan batas maksimal populasi jika ingin bahan makanan tersedia secara cukup. Namun berhubung sangat tidak mungkin membuat seluruh manusia berhenti memakan daging, Wison berpendapat, kapasitas maksimal manusia yang bisa ditampung Bumi tidaklah mencapai 10 miliar.

Menurut Joel Cohen, population biologist asal Columbia University, faktor lingkungan lain yang membatasi kapasitas tampung Bumi adalah siklus nitrogen, ketersediaan fosfor dan konsentrasi karbon di atmosfir. Akan tetapi, ada ketidakpastian yang sangat besar terkait dampak seluruh faktor-faktor ini.

"Sejujurnya, tidak ada yang tahu kapan atau sampai titik mana jumlah populasi maksimal akan dicapai," kata Cohen.

Untungnya, umat manusia terhindar dari akhir zaman karena kelaparan dan over populasi seperti yang diprediksi Malthus.

Menurut United Nations Population Division, badan PBB yang memantau populasi manusia, populasi manusia akan mencapai 7 miliar di sekitar 31 Oktober 2011 ini. Dan jika proyeksi itu tepat, kita sedang menuju ke angka 9 miliar pada tahun 2050 dan 10 miliar pada 2100.

Namun demikian, di tengah perjalanan menuju ke tonggak tersebut, sejumlah ilmuwan memperkirakan, perjalanan umat manusia akan mengambil putar balik.

Menurut PBB, tren populasi global menunjukkan bahwa keluarga saat ini semakin kecil. "Data empiris dari 230 negara sejak tahun 1950 menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga mengalami penurunan dalam jumlah pembuatan anak," kata Gerhard, Chief of Population Estimates and Projections Sections, United Nations.

Secara global, tingkat kesuburuan juga turun mencapai 'level pengganti' yakni 2,1 anak per perempuan. Dengan tingkat rata-rata ini, anak yang lahir akan menggantikan orang tua mereka (dan mengisi ruang bagi mereka yang mati muda).

Jika tingkat kesuburan global benar-benar mencapai level pengganti, maka di akhir abad ini, populasi umat manusia akan stabil di angka antara 9 sampai 10 miliar. Dari sisi kapasitas yang mampu didukung Bumi, kita akan mencapai titik maksimal, namun tidak lagi bisa lebih dari itu.